RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya Masalah pelayanan di RSUD Arga Makmur, yang menimpa salah satu pasien BPJS bernama Vera Oktaviani, dimana pasien ini disuruh pulang sementara keluarga pasien mengaku masih dalam kondisi belum sembuh, sehingga memilih dirawat di Rumah Sakit Swasta. dr Jasmen Silitonga selaku Direktur RSUD Arga Makmur sangat menyayangkan apa yang terjadi tersebut, terlebih lagi adanya tudingan bahwa RSUD bohongi publik.
” Itu sangat disayangkan, apa yang menjadi keluhan pasien itu semuanya tidak benar, terlebih lagi soal tudingan yang mengatakan RSUD telah bohongi publik. Kami disini sudah memberikan pelayanan sebaik mungkin sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) terbaru,” ujar Jasmen
Jasmen menjelaskan, pihak medis yang dalam hal ini dokter yang merawat Vera yakni dr. Sobari memulangkan pasien ini atas dasar, SOP. Dimana SOP ini menyatakan pasien sudah bisa dinyatakan sembuh dalam tempo tiga hari. Pasalnya, didalam SOP ini juga pasien yang atas nama Vera masuk dalam kategori operasi ringan, sehingga tidak membutuhkan perawatan lebih lama. Lebih jauh Jasmen menjelaskan, jika perawatan ini dilakukan lebih dari itu, justru kredibilitas sang dokter yang dipertanyakan. Bagaimana bisa ia mengatakan, karena SOP dari pasien yang menjalani pengobatan ringan seperti yang dilakukan Vera yakni operasi pengangkatan Kista di bagian bibir, itu hanya membutuhkan waktu perawatan selama tiga hari.
” Kami tidak menyalahkan pihak medis kami, karena apa yang sudah dilakukannya sudah sesuai dengan SOP. Justru saat ini yang kami pertanyakan, bagaimana bisa pasien ini mengaku lemah, sementara makan saja tidak mau,” keluhnya.
Jasmen menghimbau untuk pasien, dan ini berlaku bagi pasien lainnya. Jika berobat di RSUD tidak ada istilah tebang pilih dalam memberikan pelayanan. Disini ditegaskannya, semuanya sama setiap pasien mendapatkan haknya. Namun demikian, pihaknya berharap pasien juga mengerti akan kewajibannya, yakni selain mentaati aturan di RSUD juga mengikuti apa yang dianjurkan tim medis, jangan sampai kejadian serupa seperti yang dialami pasien Vera, yang mengaku masih lemah saat diperbolehkan pulang oleh pihak RSUD, itu karena pasien tidak menuruti anjuran pihak RSUD agar mengkonsumsi makan yang banyak, untuk segera sembuh.
” Kami disini sudah maksimal memberikan pelayanan, agar pasien mendapatkannya. Tidak ada istilah kami mau melihat pasien itu tetap sakit, yang pasti pelayanan disini mengharapkan semua pasien setelah berobat di RSUD ini dapat sembuh. Namun itu, dengan catatan pasien mengikuti apa yang dianjurkan, jangan manja,” tandasnya.
Disinggung kejadian ini bukan yang pertama kali, dimana ada pasien RSUD lainnya yang mengeluhkan hal serupa. Jasmen menjawab, jika memang ada hal serupa, pihaknya menyediakan layanan pengaduan, kritik dan saran. Jika ada pasien yang mengeluhkan pelayanan disini, diharapkan dapat memberikan pengaduannya, agar segera ditindaklanjuti.
” Kita tidak bisa mengawasi semuanya yang ada disini, maka itu adanya perawat, dokter dan bidan yang aktif bertanggungjawab terhadap pelayanan pasien disini. Jika ada yang mengeluhkan hal serupa, diharapkan dapat melaporkan langsung ke managemen RSUD, bukan kepada pihak yang tidak memiliki kapasitas dalam pelayanan jelek RSUD,” demikian Jasmen.
Baca artikel terkait :
https://rubriknews.com/keluarga-pasien-sebut-rsud-bohongi-publik/
https://rubriknews.com/dinkes-sikapi-pasien-pindah-perawatan-bakal-cek-motifnya/
https://rubriknews.com/rsud-arga-makmur-bantah-suruh-pulang-pasien-bpjs-yang-masih-sakit/
https://rubriknews.com/razia-obat-tim-sita-puluhan-obat-diduga-ilegal/
https://rubriknews.com/baru-selesai-operasi-pasien-rsud-arma-disuruh-pulang/
Laporan : Redaksi

